Pengadilan Militer Tinggi I Medan mengikuti kegiatan pembinaan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara (Dirjen Badilmiltun) Mahkamah Agung Republik Indonesia secara daring, pada Rabu (4/2).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh aparatur sebagai bagian dari upaya penguatan disiplin, integritas, dan profesionalitas aparatur peradilan.
Dalam pembinaannya, Dirjen Badilmiltun membahas rangkaian persiapan pelaksanaan Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dirjen menekankan pentingnya memperhatikan kerapian, kelengkapan atribut, serta kesiapan pribadi seluruh aparatur peradilan sebagai wujud penghormatan terhadap institusi dan marwah peradilan.
Selanjutnya, Dirjen Badilmiltun menyikapi kebijakan kenaikan tunjangan hakim yang ditetapkan pemerintah. Disampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan salah satu instrumen untuk menjaga independensi hakim, menekan potensi korupsi, serta mencegah terjadinya konflik kepentingan. Oleh karena itu, tunjangan yang besar harus diimbangi dengan tanggung jawab yang besar pula, melalui sikap profesional dan kinerja yang optimal Hakim serta putusan-putusan yang berkualitas dan berintegritas.
Pada akhir pembinaan, Dirjen Badilmiltun menggarisbawahi arahan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia bahwa integritas merupakan sebuah keharusan, profesionalitas adalah keniscayaan, dan segala bentuk pelayanan yang bersifat transaksional tidak akan ditoleransi serta akan dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.


