Medan – Dalam rangka pembinaan aparatur peradilan pada Rabu (1/4), Direktur Jenderal Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara (Badilmiltun) menyampaikan pentingnya memaknai momentum Idulfitri 1447 H sebagai titik awal penguatan integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas kedinasan.
Dalam arahannya, Dirjen menegaskan bahwa Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai kembali kepada kesucian secara spiritual, tetapi juga harus diwujudkan dalam komitmen nyata terhadap nilai-nilai antikorupsi, kejujuran, dan keadilan. Ia menekankan bahwa integritas merupakan tanggung jawab bersama, tidak terbatas pada Hakim saja, melainkan juga meliputi seluruh Aparatur Peradilan.
Lebih lanjut, Dirjen mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana refleksi diri dan evaluasi kinerja. Setiap individu diharapkan mampu mengidentifikasi kelemahan serta menyusun rencana perbaikan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kinerja.
Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, Dirjen juga menyoroti pentingnya mempererat hubungan antarpegawai melalui kegiatan halal bi halal, serta menghindari konflik internal dan perilaku yang tidak produktif. Sikap saling menghargai dan empati antarunsur peradilan dinilai menjadi kunci dalam membangun kerja sama tim yang solid.
Selain itu, penguatan nilai spiritual dan profesionalisme aparatur turut menjadi perhatian utama. Aparatur peradilan diingatkan bahwa tugas yang dijalankan bukan hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan bentuk ibadah dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu, keseimbangan antara integritas moral dan kompetensi profesional harus senantiasa dijaga.


