Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara (Ditjen Badilmiltun) menyelenggarakan kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi bagi petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) secara daring. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kualitas pelayanan publik di lingkungan peradilan, khususnya dalam menghadapi beragam karakter dan kebutuhan para pencari keadilan.
Dalam acara pembukaan kegiatan, Sekretaris Ditjen Badilmiltun menegaskan bahwa para pencari keadilan datang dengan latar belakang, kebutuhan, dan kondisi emosional yang berbeda-beda. Ada yang membutuhkan informasi secara rinci, ada yang datang dengan kondisi emosional yang tinggi, dan ada pula yang belum memahami prosedur hukum. Oleh karena itu, ketenangan dan empati menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan yang optimal.
Pelayanan PTSP tidak hanya dituntut untuk cepat, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat. Komitmen bersama ditekankan untuk mewujudkan PTSP yang humanis, responsif, serta mampu memberikan kepastian layanan bagi para pencari keadilan.
Dian Budi Wijaksono, Contact Center Departement Head Bank Syariah Indonesia selaku narasumber kegiatan ini juga menyoroti peran senyuman dalam melayani masyarakat serta pentingnya komunikasi yang elegan dan proporsional dalam memberikan pelayanan.
“Kemampuan komunikasi tersebut berawal dari budaya kerja internal yang baik, termasuk bagaimana setiap individu memperlakukan dan berempati terhadap rekan kerja,” jelasnya. Lingkungan kerja yang harmonis akan menciptakan suasana yang kondusif, sehingga komunikasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara tepat, santun, dan profesional.
Harapannya melalui pelatihan ini seluruh petugas PTSP mampu meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan, sehingga kehadiran peradilan benar-benar dirasakan sebagai institusi yang melayani dengan hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan


